BAHASA MENINGKATKAN KECERDASAN DAN METODE MONTESSORI MENGAJARKANNYA DENGAN MENYENANGKAN


oleh
D.R. Golda Meir
Sabtu, 27 November  2021




A. PENGANTAR

Setiap dari manusia memerlukan bahasa (berbicara, membaca, menulis) dalam kehidupannya sehari – hari. Melalui bahasa manusia mampu menyampaikan maksud dan keinginannya. Dapat kita bayangkan bagaimana sulitnya seseorang yang tidak mengenal suatu bahasa berkeinginan menyampaikan opini terkait sesuatu.

Kemampuan berkomunikasi berkembang secara bertahap sejak bayi. Dimulai pada awal kehidupan orang tua dan bayi berinteraksi melalui gestur dan ekspresi. Tangisan sebagai alat untuk mengekspresikan keinginan bayi di bulan – bulan awal kehidupannya seperti aku lapar, aku kedinginan dan lain – lain.  Para bayi terus terstimulasi dengan terpapar berbagai kosa kata baik oleh orang tua maupun pengasuhnya.

Penambahan kosa kata ini dapat melalui percakapan sehari – hari antara anak dan orang tua, melalui membaca nyaring (read aloud) juga melalui nyayian.
Lalu pada akhirnya anak sampai pada periode sensitif bahasa, yang biasanya terjadi pada umur 18 bulan, mereka mulai dapat mengucapkan kosa kata yang sudah mereka rekam sejak lahir. Kemampuan bahasa ini akan terus berkembang jika terus distimulasi dengan baik. Anak akan mulai mengucapkani satu kata, dua kata hingga menjadi rangkaian kata – kata bermakna yang kita kenal dengan kalimat. Setelah tahap pra membaca diatas dilalui anak  berlanjut ke tahap teknis membaca.

Adapun melalui area bahasa pada metode montessori anak diajarkan teknis membaca secara bertahap dan sudah pasti menyenangkan mulai dari  mengenal huruf melalui SandPaper Letter dan Large Moveable Alphabet dengan skema pink, skema biru dan skema hijau. Proses pengenalan huruf sampai pada akhirnya dapat membaca dan memahami makna dari bacaan dilakukan secara bertahap dan menyenangkan.

Kemampuan seorang anak memahami makna dari suatu tulisan maka akan mampu memecahkan suatu permasalahan dengan benar. Misal, seorang anak yang  sudah mampu memahami makna dari tulisan/bacaan akan mampu dalam memecahkan soal ujian dan menjawab dengan benar.  Sehingga secara kemampuan hal ini meningkatkan kecerdasan anak di dalam akademis, walau perlu kita pahami nilai akademis bukan segalanya. Anak tersebut juga mampu menuliskan buah pikirannya dengan baik. Anak yang mampu membaca makna sebuah tulisan akan memperoleh pengetahuan. Pengertian yang diperoleh dari berbagai bacaan dapat anak simpulkan menjadi buah pikiran dalam bentuk tulisan maupun lisan. Hal ini sejalan dengan metode montessori yang beranggapan seorang anak dikatakan dapat membaca ketika ia dapat memahami makna tulisan yang ia baca. 

Penulis memilih topik ini karena penulis meyakini pemahaman anak terkait makna dari sebuah tulisan dapat meningkatkan kecerdasan oleh karena ini begitu penting i harus diajarkan dengan cara yang menyenangkan melalui metode montessori. Begitu pentingnya area ini sehingga saya ingin mengajak para orang tua  dan para guru  mengajarkannya dengan cara yang menyenangkan melalui metode montessori.



B. BAHASA MENINGKATKAN KECERDASAN DAN METODE MONTESSORI MENGAJARKANNYA DENGAN MENYENANGKAN

Saat akan menuliskan tugas ini saya teringat akan video seorang anak yang menangis saat diajarkan membaca oleh ibunya. Warga dunia maya sibuk mengekspos dan memviralkan video itu dan menganggap hal tersebut lucu. Namun, tidak halnya bagi saya yang sudah mempunyai kesadaran bahwa pentingnya menjaga api antusiasme dan penasaran anak dalam mempelajari sesuatu, sungguh video itu membuat hati saya pilu. Video tersebut menunjukkan kegiatan membaca terlihat menjadi sungguh menakutkan.

Betul kemampuan membaca penting karena setiap dari manusia memerlukan bahasa (berbicara, membaca, menulis) dalam kehidupannya sehari – hari. Melalui bahasa manusia mampu menyampaikan maksud dan keinginannya. Dapat kita bayangkan bagaimana sulitnya seseorang yang tidak mengenal suatu bahasa berkeinginan menyampaikan opini terkait sesuatu. Tapi apakah hal tersebut lebih penting dari kebahagiaan anak – anak kita? apakah tidak ada sebuah metode yang dapat mengajarkannya dengan menyenangkan?

the teachers took it first nourishand assist to watch  encourage, guide, induce rather than interfence, prescribe or restrict.

Dr. Montessori


Kutipan diatas mengungkapkan bahwa sebenarnya peran guru sebagai pemberi dukungan, pendampingan serta observasi bukan intervensi, pemaksaan dan larangan. Seorang guru/orang tua seharusnya memberi dukungan dan pendampingan bukan pemaksaan pada anak seperti yang banyak dilakukan oleh cara – cara konvensional.

Melalui Metode Montessori anak diajar membaca menulis dengan menyenangkan.
Di dalam Metode Montessori sebelum masuk ke dalam area bahasa  anak sebelumnya harus sudah melewati tahap pra membaca dan berbagai persiapan di area kegiatan keterampilan hidup praktis sehari – hari serta area sensorial dimana merupakan persiapan tidak langsung untuk bahasa.

Di dalam tahap pra membaca salah satu aktivitas yang dilakukan adalah berbincang, bernyayi dan membacakan buku (read aloud). Melalui buku cerita logika dan pemahaman anak berkembang dengan baik, kosakata baku anak terus bertambah yang akan memudahkannya memahami tulisan di buku pelajaran sehingga benar dalam menjawab soal – soal ujian di sekolah. Oleh karena itu pentingnya proses pra membaca ini dilakukan karena selain menambah kosakata juga meningkatkan kecerdasan akademis anak. 

Aktivitas pra membaca ini dilakukan sejak lahir dan terus berlanjut hingga nanti dia siap memasuki area bahasa sekitar umur 3 tahun. Melalui aktivias pra membaca anak mempunyai banyak kosa kata yang akan anak gunakan pada saat memasuki teknis membaca.  Metode montessori memperkenalkan aktivitas teknis membaca dengan menyenangkan. Mengapa saya katakan menyenangkan? Montessori tidak sibuk memaksa anak untuk menghafal dan mengeja huruf, sebaliknya montessori mengenalkan anak pada bunyi huruf tesebut. Ketika anak dikenalkan pada bunyi huruf dan langsung mengaitkannya dengan kata sederhana yang dia sudah tahu maknanya akan membantu anak belajar membaca dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Pada kesempatan kali ini saya akan menjabarkan proses bahasa dikembangkan dalam metode montessori. Terdapat tiga material dasar yang digunakan dalam area bahasa yakni Sandpaper letters, Insets for Design dan Large Moveable Alphabet. Sandpaper letters  dan Large Moveable Alphabet tersebut dapat dipadukan dengan berbagai gambar (picture),miniatur benda (object), name tag pada skema merah muda, skema biru dan hijau skema.

Metode montessori mengajarkan bahasa secara bertahap. Terdapat skema merah muda, skema biru dan skema hijau pada metode montessori yang menunjukkan tingkat kesulitan yang terus meningkat dari gampang ke semakin sulit. 

Skema Merah Muda (Pink Series) mengajarkan kata – kata fonetik tiga huruf dengan pola konsonan – vokal – konsonan. Contoh : cat, sun, man, ten, top. Skema biru (Blue Series) mengajarkan kata-kata fonetik empat huruf atau lebih. Contoh  : drum,scum,drop dan camp. Sedangkan Skema Hijau (Green Series) : kata – kata phonogram. Pada skema hijau (Green Series)  kata – kata  dengan level lebih kompleks dari skema merah muda dan biru.Di skema ini huruf mengalami peleburan. Contoh kata dengan phonogram ea yaitu ear, dear, fear, near, beard, year, rear.

Pada awalnya perkenalannya dengan area bahasa anak akan mulai bekerja  dengan Insets forDesign. Insets for Design merupakan material yang terdiri dari 10 buah bentuk geometri yang terbuat dari plastik, kayu atau logam yang masing-masing memiliki bingkai.

Kemudian dilanjutkan dengan Sandpaper LettersSandpaper letters merupakan huruf alfabet (huruf kecil) dipotong di kertas amplas di atas kartu. Huruf vokal di kartu biru huruf konsonan di kartu pink.

Selanjutnya Large Moveable Alphabet merupakan sebuah kotak besar yang berisi huruf – huruf. Huruf vokal berwarna biru dan konsonan berwarna merah.

Never give more to the mind than you give to the hand.”

Dr. Montessori

Saat bekerja dengan Large Moveable Alphabet anak dapat menyentuh setiap lekuk dan bentuk dari huruf tinggi rendah, lubang disetiap huruf serta belajar bunyi dari setiap huruf. Melalui aparatus Sandpaper Letter dan Large Moveable Alphabet anak mengenal huruf dengan cara konkrit dan menyenangkan dibandingkan hanya melihatnya dari buku atau lembar kerja.

Large Moveable alphabet  lalu dikombinasikan dengan objects (miniatur benda) menjadi Object Box & Large Moveable Alphabet, gambar (card) menjadi Large Moveable Alphabet and Picture Box yang bertujuan untuk berlatih membentuk kata – kata fonetik secara mandiri, menunjukkan suara yang dicampur bersama – sama membentuk kata, mempersiapkan membaca dan menulis. Selain itu terdapat juga Picture cards, Word Lists, Silent Reading, Sight Words untuk memperkaya kosakata membaca anak, memberikan latihan lebih lanjut dalam membaca kata fonetik.

Setelah  mempelajari kata anak naik tingkat menjadi mulai mempelajari kalimat. Montessori memperkenalkan melalui Sentence card (Attached Pictures), dimana terdapat kartu yang bersi sebuah kalimat dengan gambar yang menyatu bersama kalimat dan Sentence card (detached pictures) sebuah kalimat yang terpisah dengan gambar.

Lalu pertanyaanya dibagian mana proses ini menyenangkan? 

Pertama, selain karena menggunakan material yang konkret, dapat menyentuh huruf  langsung dengan tangannya seperti Large Moveable Alphabet, SPL dan objects,

Kedua, dalam proses membaca anak  diperkenalkan dahulu dengan objek yang maknanya telah dia kenal dan pahami. Pengajar mengajak anak berbincang tentang objek tersebut. Selain untuk memastikan anak mengenal objek tersebut juga untukmembawa kembali pengalaman konkret anak terhadap objek tersebut. 

Ketiga, setiap anak bekerja dengan material – material diatas anak melakukannya dengan tanpa paksaan. Maksudnya begini, apabila anak melakukan kesalahan pengajar tidak perlu mengkoreksi maupun menyalahkan, pengajar cukup membuat catatan pengamatan. Lalu besoknya atau dilain waktu  pengajar dapat menawarkan kembali bekerja dengan material tersebut. Pengajar  mempraktekkan kembali ke anak dan menawarkan anak untuk mencoba. Jadi tidak ada paksaan dari guru terhadap anak untuk melakukan semua pekerjaan dengan benar, hal ini tidak membuat anak tertekan. 
Ketika anak melewati proses belajar ini dengan menyenangkan, percaya dirinya terbangun dengan baik, api semangat belajarnya terus menyala.

C. KESIMPULAN
Bahwa bahasa  meningkatkan kecerdasan  dan metode montessori mengajarkan bahasa tersebut secara menyenangkan.  Di dalam tahap pra membaca salah satu aktivitas yang dilakukan adalah berbincang, bernyayi dan membacakan buku (read aloud). Melalui buku cerita logika dan pemahaman anak berkembang dengan baik, kosakata baku anak terus bertambah yang akan memudahkannya memahami tulisan di buku pelajaran sehingga benar dalam menjawab soal – soal ujian di sekolah. 

Pentingnya proses pra membaca ini dilakukan karena selain menambah kosakata yang berujung meningkatkan kecerdasan akademis anak. Sehingga benar adanya bahasa meningkatkan kecerdasan anak.  

Metode Montessori mengajarkan anak membaca dan menulis dengan menyenangkan. Adapun alasan yang dapat saya simpulkan sebagai berikut Pertama, selain karena menggunakan material yang konkret, dapat menyentuh huruf  langsung dengan tangannya seperti Large Moveable Alphabet, Sandpaper Letters dan objects (miniatur benda).

Kedua, dalam proses membaca anak  diperkenalkan dahulu dengan objek yang maknanya telah dia kenal dan pahami. Pengajar mengajak anak berbincang tentang objek tersebut. Selain untuk memastikan anak mengenal objek tersebut juga untuk membawa kembali pengalaman konkret anak terhadap objek tersebut. 

Ketiga, setiap anak bekerja dengan material – material diatas anak melakukannya dengan tanpa paksaan. Maksudnya begini, apabila anak melakukan kesalahan pengajar tidak perlu mengkoreksi maupun menyalahkan, pengajar cukup membuat catatan pengamatan. Lalu besoknya atau dilain waktu  pengajar dapat menawarkan kembali bekerja dengan material tersebut. Pengajar  mempraktekkan kembali ke anak dan menawarkan anak untuk mencoba. Jadi tidak ada paksaan dari guru terhadap anak untuk melakukan semua pekerjaan dengan benar, hal ini tidak membuat anak tertekan. 

Sehingga saya meyakini bahwa metode montessori adalah suatu pengajaran yang tepat bagi anak  – anak selain karena dapat meningkatkan kecerdasan juga dilakukan dengan menyenangkan. Baik secara jiwa maupun otak sama – sama mendapatkan pengalaman yang baik tanpa trauma dan tekanan sehingga menjadi anak – anak pembelajar sepanjang hayat.


DAFTAR PUSTAKA
Modul Sunshine Teachers Training tentang Bahasa.
Paramita, Vidya Dwina (2020). Montessori : Keajaiban Membaca tanpa mengeja. Yogyakarta:Bentang Pusaka.
https://jendelakeluarga.com/2020/04/27/peran-bahasa-dalam-montessori-untuk-perkembangan-anak/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: